Text
Perjanjian Tumbang Anoi : Dalam Sistem Peradilan Adat Dayak / Nuraliah Ali
Judul : Perjanjian Tumbang Anoi : Dalam Sistem Peradilan Adat Dayak
Pengarang : Nuraliah Ali
Edisi : Cetakan Ke. 1
Penerbit : Media Penerbit Indonesia : Medan, 2025.
Deskripsi Fisik : vi, 176 hlm.; 25.7 cm.
Klasifikasi : 340.57
Jumlah Eksemplar : 1 eks
ISBN : 9786347305930
Buku ini membahas Perjanjian Tumbang Anoi tahun 1894 di Kalimantan Tengah. Perjanjian ini merupakan momentum besar yang mengubah sejarah hukum adat suku Dayak.
Abstrak Informatif :
Suku Dayak adalah kelompok etnis asli yang mendiami Pulau Kalimantan, Indonesia. Suku ini tersebar di lima provinsi Kalimantan yaitu Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara. Nama "Dayak" berasal dari beberapa kemungkinan bahasa seperti dari bahasa kenyah yaitu "Daya" artinya "Hulu sungai" atau "orang pedalaman" kemudian berasal dari bahasa Brunei dan Melanau daerah Serawak yang berarti "orang dari pedalaman" serta istilah yang diberikan oleh penjajah Belanda saat mereka melakukan ekspansi ke Kalimantan pada masa kolonial. Selain itu, dalam sejarah budaya, Suku Dayak dikenal dengan tradisi peperangan dan praktik pengambilan kepala musuh (headhunting) yaitu Ngayau. Suku Dayak mempunyai dan memegang teguh nilai-nilai sosial seperti gotong royong (Hapakat), rasa persaudaraan yang tinggi, toleransi, dan hidup harmonis dalam masyarakat yang tercermin dalam berbagai upacara adat hingga kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut masih kuat dijaga dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak hingga kini. Kearifan lokal ini tidak sekadar aturan hidup, melainkan juga filosofi yang mengatur hubungan manusia dengan lingkungan alam serta dengan sesama dalam komunitas sosialnya. Kearifan lokal dalam masyarakat Dayak begitu kuat dan melekat pada simbol filosofi kehidupan yang bernama Batang Haring atau Batang Garing yang berarti “Pohon Kehidupan”. Simbol ini sangat penting dalam kepercayaan suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah dan menjadi identitas spiritual serta budaya sampai saat ini. Bentuk Batang Garing menyerupai mata tombak yang mengarah ke langit, melambangkan kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Tinggi.
Sudah divalidasi
Tidak tersedia versi lain