Text
Anatomi Konflik dan Solidaritas Masyarakat Nelayan : Sebuah Penelitian Sosiologis / Sabian Utsman
Judul : Anatomi Konflik dan Solidaritas Masyarakat Nelayan : Sebuah Penelitian Sosiologis
Penulis : Sabian Utsman
Edisi : Cet.1
Penerbit : Yogyakarta , Pustaka Pelajar .; 2007
Deskripsi Fisik : xxiv, 274 hlm.; 21 cm.
Klasifikasi : 303.6
Jumlah Eksemplar : 11 eks
ISBN : 9789791277952
Buku ini menjelaskan tentang pemikiran - pemikiran pembangunan kemaritiman sebagai salah satu pendekatan penting dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat nelayan tradisional khususnya.
Abstrak Informatif :
Buku berjudul "Anatomi Konflik dan Solidaritas Masyarakat Nelayan: Sebuah Penelitian Sosiologis" karya Sabian Utsman (2007) membahas dinamika ketegangan sosial dan ikatan komunal yang terjadi pada komunitas nelayan tradisional, dengan fokus khusus pada nelayan di kawasan pesisir Kumai, Kalimantan Tengah. Penelitian sosiologis ini memotret realitas kehidupan masyarakat pesisir yang rentan terhadap konflik akibat kemiskinan struktural dan persaingan sumber daya laut. Penelitian ini menyoroti dampak dari dikeluarkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1980 tentang Perizinan Jaring Trawl (pukat harimau) terhadap kehidupan nelayan tradisional. Kehadiran kapal trawl memicu ketimpangan ekonomi dan mengancam mata pencaharian nelayan kecil yang berujung pada kemiskinan struktural dan konflik sosial. Rasa ketidakadilan serta turunnya kepercayaan terhadap penegakan hukum membuat nelayan bersatu membangun solidaritas emosional dan komunal. Solidaritas ini bahkan terwujud dalam bentuk perlawanan massa atau amuk sebagai simbol protes terhadap ketidakberdayaan mereka. Buku ini juga membedah bagaimana masyarakat nelayan yang biasanya taat norma beralih melakukan pembangkangan sebagai reaksi atas hilangnya perlindungan dari pemangku kepentingan. Di balik kerentanan konflik eksternal, masyarakat nelayan memiliki ikatan solidaritas mekanik yang sangat kuat. Konflik bergerak dari fase pra-konflik (rasa tidak puas), menjadi konflik terbuka (perselisihan pendapat), hingga berujung pada sengketa fisik di lapangan.
Sudah divalidasi
Tidak tersedia versi lain